BAB II
LANDASAN TEORI
2. 1 GSM
900
Komunikasi bergerak (Mobile Comunication) mulai dirasakan
perlu sejak orang semakin sibuk
bepergian dan memerlukan alat komunikasi yang siap pakai sewaktu-waktu dimana
saja berada. Kebutuhan ini ternyata tidak dibiarkan begitu saja oleh para
engineer telekomunikasi. Mereka telah memikirkan standarisasi untuk komunikasi
bergerak ini, salah satunya adalah GSM (Global
System Of Mobile Comunication).
2.1.1 Overview GSM
GSM
adalah generasi kedua dari standart sistem sellular yang tengah dikembangkan
untuk mengatasi problema fragmentasi yang terjadi pada standart pertama di
negara Eropa. GSM adalah sistem standart sellular pertama di dunia yang
menspesifikasikan digital modulation
dan network level architectures. Sebelum
muncul standart GSM ini negara-nagera eropa menggunakan standart yang
berbeda-beda, sehingga pada saat itu tidak memungkinkan seorang pelanggan
menggunakan subscriber unit untuk
menjangkau seluruh benua eropa. Pada awalnya sistem GSM ini dikembangkan untuk
melayani sistem sellular eropa dan menjanjikan jangkauan network yang lebih luas pesat dan menjadi standart yang paling
populer diseluruh Indonesia untuk sistem sellular bergerak (komunikasi
bergerak).
Pengguna alokasi frekuensi 900 MHz
oleh GSM ini diambil berdasarkan rekomendasi GSM (Group Special Mobile) yang merupakan salah satu group kerja pada Conference
Of Europen Post And Telegraps (ICPT). Namun pada akhirnya untuk alasan
marketing GSM berubah nama menjadi Global
System Of Mobile Comunication, sedangkan standart teknisnya diambil dari Europen Technical Standar Institute
(ETSI). GSM pertama kali diperkenalkan di Eropa pada tahun 1991 kemudian pada
akhir 1993. Beberapa negara non-Amerika seperti Asia, Australia mulai mengenal
GSM yang akhirnya menghasilkan standart baru yang mirip yaitu DCS 1800 yang
mendukung Personal Comunication service
( PCS) pada frekuensi 1.8GHz sampai 2 GHz. Alokasi spectrum untuk GSM awalnya
dilakukan pada tahun 1979, spectrum ini terdiri atas dua sub-band masing-masing
sebesar 25 MHz, antara 890 – 915 MHz. Sebuah sub-band dialokasikan untuk
frekuensi uplink dan sub-band yang
lain sebagai frekuensi downlink.
Karena konsekuensi logis dari kenaikan redaman atas kenaikan frekuensi,
biasanya sub-band terendah dipakai untuk uplink agar daya yang ditrasmisikan
oleh MS (Mobile Station) atau lebih
dikenal dengan handphone ke BTS (Base
Tranceiver Station) yaitu seperti sentral
Telephone di PSTN, namun memiliki fungsi lebih kecil dibanding dengan
menggunakan sub-band yang lebih tinggi. Hal ini dimaksud untuk efisiensi
baterai handphone berulang kali untuk mendapatkan kualitas yang sama dengan
saat ini. Kemudian kedua sub-band tersebut dibagi-bagi menjadi kanal-kanal,
sebuah kanal pada satu sub-band memiliki pasangan dengan sebuah kanal pada
sub-band lainnya. Tiap sub-band dibagi menjadi 124 kanal, yang kemudian
masing-masing diberi nomor yang dikenal sebagai ARFCN (Absolute Radio Frequensi Channel
Number). Jadi sebuah MS yang alokasi pada sebuah ARFCN akan beroperasi pada
satu frekuensi untuk mengirim dan satu
frekuensi untuk menerima sinyal.
Untuk GSM jarak antar pasangan
dengan ARFCN yang sama selalu 45 MHz, dan Bandwith
setiap kanal sebesar 200 KHz. Kanal pada tiap awal sub-band digunakan
sebagai guardband. Berdasarkan hal tersebut
spectrum GSM akan menghasilkan 124 ARFCN, masing-masing diberi nomor 1 sampai
124. Kanal (channel) sebanyak 124
inilah yang nantinya dibagi-bagi untuk operator-operator GSM yang ada pada suatu negara. Untuk mengantisipasi perkembangan jaringan dimasa
mendatang telah dialokasikan tambahan 10 MHz frekuensi pada masing-masing awal
sub-band. Ini dikenal sebagai EGSM (Extended GSM). Jadi spectrum EGSM ini
880 – 915 MHz untuk uplink dan dari
925 – 960 MHz untuk downlink.
2.1.2 Arsitektur
GSM
Arsitektur
GSM secara garis besar terdiri dari 3
subsystem yang terkoneksi dan berinteraksi antar sistem, juga dengan user melalui network interface. Subsystem tersebut adalah Mobile Station (MS), Base
Station Subsystem (BSS), dan Network
Subsystem (NSS). Untuk melihat gambar arsitekture GSM yang labih jelas
dapat dilihat pada Gambar 2.1
Gambar
2.1 Blok diagram dari Arsitekture sistem GSM
Keterangan
gambar :
AuC : Authentication Center
BSC : Base Station Controller
EIR : Equipment Udentity Register
GWUI : GSM Networking Unit
GMSC : Gate Way MSC
HLR : Home Location Register
VLR : Visitor
Location Register
MS : Mobile Station
MSC : Mobile Service Swithcing
MXE : Message Centre
MIN : Mobile Inteligent Node
OSS : Operation And Support System
RBS : Radio Base Station
Bagian paling rendah dari sistem GSM
adalah MS (Mobile Station) bagian ini
berada pada tingkat pelanggan dan portable. Pada tiap sel terdapat BTS yang fungsinya sebagai stasiun penghubung
yang berhubungan langsung dengan Mobile
Station (Handphone) pelanggan GSM. BTS pada dasarnya hanya merupakan
pesuruh saja. Otak yang mengatur lalu lintas BTS adalah BSC (Base Station Controller). Lokasi updating penentu BTS dan proses handover pada percakapan ditentukan oleh
BSC ini. Beberapa BTS pada satu region diatur oleh BSC. BCS-BSC ini dihubungkan
dengan MSC (Mobile Switching Center)
. MSC merupakan pusat penyambung yang mengatur jalur hubungan antara BSC maupun
antara BSC dengan jenis layanan komunikasi lain (PSTN, Operator GSM lain, CDMA,
dan sebagainya). Saat ini teknik switching
terus berkembang dan begitu pula dengan layanan GSM. Beberapa operator GSM di
Indonesia telah menerapkan Inteligent
Network lanjutan dalam teknik switchingnya.
2.1.2.1 Mobile Station (MS)
Mobile station terdiri dari Mobile Equipment (ME) yang disebut juga
dengan terminal, dan sebuah SIM (Subscriber
Identity Module) Card. SIM Card
memberikan personal mobilitas sehingga pelanggan dapat mengakses jaringan GSM
bersangkutan dengan menggunakan terminal (Handphone) lain. Dengan memasukkan
SIM Card tersebut terminal GSM atau pelanggan dapat menerima dan membuat panggilan (Call) dan berbagai layanan yang disediakan operator pengeluar SIM Card tersebut. Mobile Equipment (ME) diidentifikasi oleh suatu kode unik yang
disebut dengan IMEI (International Mobile
Equipment Identyti). SIM Card
sendiri berisi data data pelanggan, kode rahasia untuk autentifikasi, dan
informasi lainnya. SIM Card dapat
dilindungi dari Anautorized User dengan
Pasword atau PIN (Personal Identyti
Number).
2.1.2.2 Base Station Subsystem (BSS)
Base station subsystem terdiri dari dua
bagian yaitu BTS (Base Tranceiver Station) dan BSC (Base Station Controller). Dapat dilihat pada Gambar 2.2
(a) (b)
Gambar 2.2 . (a). Sebuah Base Tranceiver Station (b).
Base Station Controller
BSS
yang yang juga dikenal sebagai subsystem radio berfungsi untuk menyediakan dan
mengatur jalur transmisi radio antara MS dengan MSC. BSS ini juga berfungsi
untuk mengatur interface antara mobile
station dan subsystem lain dalam GSM network.
Base station controller yang
mengatur radio resource untuk lebih
dari satu BTS, berfungsi untuk mengkoneksikan Mobile station ke NSS via MSC. Sedangkan NSS berfungsi mengatur
fingsi switching dari sistem dan
menjamin MSC agar dapat berkomunikasi dengan network yang lain seperti halnya PSTN dan ISDN. Fungsi operasi dan
maintenance keseluruhan sistem GSM dikontrol oleh system OSS (Operator Support
Subsystem) yang terdapat pada NSS,
pada sistem ini para engineer dapat memonitor, menganalisa dan melakukan troubleshooting terhadap segala aspek
dari sistem GSM.
2.1.2.3 Base Tranceiver Station (BTS)
BTS
adalah perangkat radio yang berhubungan langsung dengan MS melalui media udara
pada area cakupannya. Dalam hal ini BTS berfungsi sebagai interkoneksi
infrastuktur sistem seluler dengan MS. BTS terdiri dari Tower, Antenna, Penguat
daya dan seluruh peralatan proses sinyal digital. BTS bertanggung jawab
menangani penyediaan kanal radio bagi pelanggan. BTS juga harus memonitor MS
yang masuk ataupun yang keluar dari daerah cakupannya. Luas cakupan dari BTS
sangat dipengaruhi oleh lingkungan seperti topografi, gedung-gedung tinggi,
tipe antenna dan daya pancar yang digunakan. Biasanya BTS ditempatkan
ditengah-tengah sel. Pada operator GSM tertentu. BTS sering juga disebut RBS (Radio Base Station). Ada dua jenis RBS
yang tersedia, yaitu : RBS 200 dan RBS 2000. RBS 200 adalah keluaran yang
pertama dan hanya dapat dipakai untuk mendukung implementasi GSM 900 dan GSM
1800. Sedangkan tipe RBS 2000 adalah generasi berikutnya dan dapat diimplememtasikan
untuk tipe jaringan GSM 900 dan 1800 serta GSM 1900.
Fungsi RBS adalah :
1. Sebagai tansmisi radio
2. Penerima
sinyal radio dari MS
3.
Pengukuran kualitas, RBS mengukur kekuatan sinyal dan kualitas sinyal
4. Pengatur
daya MS dan Transceiver
5. Mengatur
proses multiplexing dan pesan-pesan panggilan
6.
Meyalurkan sistem informasi dan pesan-pesan panggilan
7. Menerima
kanal-kanal permintaan yang diajukan oleh MS
2.1.2.4 Base Station Conroller (BSC)
BSC Berfungsi untuk menangani fungsi-fungsi
hubungan radio, BSC adalah pusat dari
BSS. Sebuah BSC dapat mengontrol satu atau beberapa BTS secara
bersamaan sesuai dengan kofigurasi yang diinginkan. Jumlah BTS maksimun yang
dapat dihubungkan dengan BSC adalah 40 BTS. BSC terdiri dari empat unit
fungsional sebagai berikut:
1.
TAS (Transceiver
Administration Subsystem), berfungsi untuk melaksanakan pengaturan terhadap fungsi-fungsi RBS.
2.
RCS (Radio
Control Subsystem), berfungsi untuk mengatur jaringan kerja radio dan
menangani hubungan dengan MS. Konsep penghubung pusatnya terletak pada sel dan saluran radio. RCS juga
menentukan fungsi-fungsi penempatan (Location
Fungsi) pada pengukuran data yang diterima dari pelanggan selama melakukan
pembicaraan.
3.
STS (Staistik and
Traffic Measurment Subsystem), berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan
data traffic serta semua kejadian
pada proses pembicaran ataupun pengalihan (hand
over).
4.
GSS (Group
Switching Subsystem), berfungsi menyediakan kapasitas penyambungan pada
saat terjadi Handover internal.
Pada
dasarnya BSC sangat diperlukan untuk mengatur perpindahan MS dari suatu BTS ke
BTS lain, kondisi perpindahan area ditentukan oleh factor kualitas sinyal dan interferensi.
2.1.2.5
Network Subsystem (NSS)
Perangkat utama dari network subsystem (NSS) adalah MSC (Mobile Service Switching
Center). MSC berfungsi sebagai normal switching
kode ke jaringan lain seperti ke PSTN (Public
Service Telephone Network) yang sering juga disebut telephone rumah ke
operator GSM lainnya. MSC juga menangani semua fungsi-fungsi komunikasi yang
diperlukan untuk menghandle suatu MS pelanggan seperti registrasi,
autentifikasi, location updating,
handover, dan call routing untuk
pelanggan yang roaming. HLR (Home Location Register) dan VLR (Visitor Location Register), bersama-sama
dengan MSC menyediakan layanan call
routing dan roaming pada jaringan GSM. HLR berisi semua informasi
administrative dari setiap pelanggan yang tergabung pada jaringan GSM yang
bersangkutan, mengenai lokasi dimana MS terdaftar. Sedangkan VLR berisi informasi
administrative tertentu dari HLR yang memberikan posisi terkini dari MS
pelanggan, sehingga pada aplikasinya dapat diketahui apakah pelanggan sedang
berada di dalam atau di luar areanya dimana ia terdaftar.
Adapun EIR (Equipment Identyti Register) dan AuC (Authentification center) digunakan untuk keperluan autentifikasi
dan security (pengaman). EIR adalah
suatu database yang berisi daftar
semua valid mobile equipment pada network, dimana pada setiap MS dapat
diidentifikasi oleh kode IMEInya, suatu IMEI akan ditandai sebagai invalid jika ada laporan kehilangan dari
MS atau tipe MS yang bersangkutan belum diapprove
oleh pabrik pengeluarnya. AuC adalah sebuah protected
yang menyimpan salinan dari secret key
yang disimpan pada setiap SIM Card
pelanggan, selanjutnya digunakan untuk keperluan untuk autentifikasi dan eksripsi pada radio channel.
2.2 GSM Interface
Mobile
station atau handphone akan berkomunikasi dengan BSS melalui interface
radio. Sebuah BSS terdiri dari beberapa ratus BTS, lokasi BTS ini tersebar
dimana-mana sesuai dengan coverage
area yang diinginkan sebuah provider.
Sedangkan koneksi yang umumnya dipakai oleh BTS untuk mengkoneksikan dirinya ke
BSC adalah dengan dedicate line atau microwave links. Proses handover yang sering terjadi antara dua
BTS dalam satu BSC hanya akan dikontrol
oleh BSC dan tidak sampai melibatkan MSC untuk mengurangi beban switching.
Gambar
2.3 Variasi Interface yang digunakan
GSM
Air interface adalah semua aspek interface antara BTS dengan MS. Aspek
air interface dari sistem GSM antara lain pengguna frekuensi, modulasi, multiflexing, coding termasuk di dalam kanal fisik dan kanal logika. Pengaruh
dari interface ini dapat mempengaruhi
layanan yang diberikan oleh jaringan. Pada air interface GSM menggunakan dua teknik multiflexing, yaitu FDMA dan TDMA membagi range frekuensi menjadi 124 kanal dengan lebar 200 KHz. Range frekuensi yang digunakan 890 – 915
MHz untuk MS ke BTS (uplink) dan 935
– 960 MHz untuk BTS ke MS (downlink).
Setiap kanal menempati timeslot
dengan memiliki durasi 576.9 µs, maka untuk timeslot
yang disebut sebagai frame memiliki
durasi 4.615 ms. Selama terjadi percakapan suara yang telah dikodekan menjadi
bit-bit akan dikirimkan setiap 4.615 ms secara periodik. Kanal fisik dan frame TDMA dengan durasi timeslot sebesar 576.9 µs akan membawa
kanal logika Kanal logika membawa informasi pelanggan dan control data
pensinyalan. Kanal-kanal logika yang berbeda memiliki tugas yang berbeda.
Sebagian besar dari informasi yang ditransmisikan antara MS dan BTS, umumnya
berupa informasi pelanggan (berupa suara atau data) dan control data
pensinyalan. Tergantung pada tipe informasi yang ditransmisikan pada kanal logika
yang berbeda. Kanal logika ini membawa data user,
baik bit informasi (suara/data) maupun signalling pada mobile station atau base
station. Kanal logika digambarkan kedalam beberapa
kanal fisik
tertentu. Secara sederhana, kanal fisik dapat digambarkan sebagai frekuensi
domain dan time domain. yaitu actual
frekuensi dan timeslot yang digunakan
MS atau base station untuk
transmitting dan receiving. Sedangkan
kanal logika di map kedalam kanal-kanal fisik. sebuah frekuensi/timeslot dapat menjadi sebuah kanal
trafik atau suatu control maupun kanal signaling. Sebuah kanal logika
menggambarkan fungsi dari sebuah kanal fisik pada suatu titik dan waktu.
Tabel 2.1.
Spesifikasi parameter air interface
GSM
Parameter GSM
|
Specificatoin
|
Reserve
channel frequency
|
890
– 915 MHz
|
Forward
channel frequency
|
935
– 960 MHz
|
ARFCN
Number
|
0
– 124 and 975 – 1023
|
Tx
/Rx time slot
|
45
MHz
|
Modulation
data rate
|
270.833
Kbps
|
Frame
periode
|
4.615
µs
|
User
per frame
|
8
|
Time
slot periode
|
576.9
µs
|
Bit
periode
|
3.692
µs
|
Modulation
|
0.3
GMSK
|
ARFCN
channel spacing
|
200
KHz
|
Interleaving
(max delay)
|
40
µs
|
Voice
coder bit rate
|
13.4
Kbps
|
2.3 Handover dan Interferensi
Handover
merupakan peristiwa pemindahan kanal suara pada pelanggan bergerak yang
dilakukan oleh sistem untuk memelihara hubungan suatu pembicaraan. Terjadinya
proses handover seringkali disebabkan
oleh kondisi propagasi radio antara MS dengan BTS. Criteria radio yang
menyebabkan terjadinya handover
antara lain:
- Kualitas penerimaan ( received quality/ Rxqual)
- Level Penerimaan (received level/RXLevel)
- Jarak (MS-BTS distance)
- Power Budget (better cell)
Tiga
penyebab yang pertama dikenal dengan Mandatory/Imperative
Causes dalam arti jika salah satu
dari penyebab tersebut terjadi, maka handover
sangat diperlukan untuk mempertahankan/menjaga hubungan. Hal ini mungkin
terjadi karena MS bergerak meninggalkan coverage
area dari cell yang melayani (intercell handover)
atau adanya
interfrensi yang kuat dari cell lain
yang menggunakan kanal frekuensi sama (intracell
handover). Factor penyebab yang keempat adalah Optional Handover dalam arti jika kualitas link didalam serving cell masih cukup bagus namun cell tetangga mempunyai level terima
yang lebih baik. Walaupun itu kurang penting, namun berguna untuk meningkatkan
performa jaringan secara keseluruhan. Handover
dapat dilakukan menjadi beberapa tipe sesuai dengan perubahan wilayah cell area BSS, atau area MSC seperti
berikut ini:
1.
Intracell Handover
2.
Intra-BSS Handover
3.
Intra-MSC Handover
4.
Inter-MSC Handover
Nilai pengukuran yang dibutuhkan untuk menentukan
proses handover antara lain:
1.
RxQual
2.
RxLevel
3.
RxLevel_Neighbour Cell (n)
4.
MS_BS_DIST
RxQual didefenisikan sebagai fungsi dari
Bit Error Rate (BER) sebelum channel
di decoding. Nilai RxQual berada pada range 0 – 7, dengan 0
berarti tidak ada Error.
2.4 Proses panggilan Pada
GSM
Pada
bagian ini akan diperlihatkan bagaimana suatu proses panggilan dari seorang user dapat sampai kepada nomor tujuannya
atau user yang lain. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.4. Proses Outgoing Call pada GSM :
Gambar 2.4.
Proses Outgoing Call Pada GSM
Adapun proses
yang terjadi pada proses outgoing call
adalah sebagai berikut:
1.
User menekan
nomor tujuan yang dikehendakinya.
2.
Segara setelah user
menekan tombol send, maka mobile akan
mengirim sebuah pesan original kepada saluran akses.
3.
Kemudian MSC memeriksa VLR untuk mengetahui apakah mobile sudah teregistrasi, memeriksa
nomor tujuan yang dipanggil dan menyatakan nomor tujuan pada saluran penomoran
(paging channel).
4.
MSC mensetting sebuah vocoder,selector, elemen saluran dan kode wals di BTS. Setelah itu proses komunikasi dengan pembangkit GSM
dimulai.
5.
BTS lalu mengirim frame-frame kosong dari forward traffic channel dan sebuah channel
assignment message kepada mobile
pada saluran penomoran. Pada saat ini MSC sedang sibuk melakukan penyusunan
dengan GSM, pada penyusunan ini
menyangkut nomor tujuan yang akan dihubungi.
6.
Mobile melihat
frame-frame yang baik pada forward
traffik channel, lalu mobile
mulai mengirimkan frame-frame kosong reverse
traffic channelnya sendiri.
7.
BTS melihat frame-frame yang baik pada reverse traffic channel dan mengetahui
bahwa mobile sudah tiba. Lalu BTS
mulai menggunakan pesan pada layer 3 dan mengirimkan sebuah balasan kepada mobile
8.
Mobile menjawab balasan dari base station.
9.
Setelah
itu, BTS mulai melakukan negosiasi service
dengan sebuah Service Connet Message,
mengajukan sebuah pemilihan layanan khusus/specific
service option.
10.
Mobile menerima pengajuan pemilihan layanan dan
memberikan jawaban siap untuk operasi panggilan normal.
11.
Sistem
meresponnya, segera setelah itu nomor telepon tujuan berbunyi dan mobile dapat mendengar nada dering
telepon tujuan dari pembangkit GSM.
Setelah proses outgoing terjadi maka User dapat menerima informasi yang
dikirim. Baik berupa suara/ voice maupun
berupa data/video dimana proses outgoing call yang berhasil dilakukan dapat kita lihat pada Gambar 2.5
Gambar
2.5 Proses Outgoing Call yang berhasil dilakukan.
2.5 Sistem
Navigasi GPS
GPS adalah sistem radio navigasi dan
penentuan posisi dengan menggunakan satelit navigasi yang dimiliki dan dikelola
oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Nama formal dari GPS adalah NAVSTAR
GPS (Navigation Satellite Timing and Ranging
Global Positioning System).
Sistem ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi, waktu dan
kecepatan secara global tanpa ada batasan waktu dan cuaca. Satelit GPS pertama
kali diluncurkan pada tahun 1978. Sistem GPS dinyatakan operasional pada tahun
1994. Sistem GPS terdiri atas tiga segmen utama, yaitu segmen satelit (space segment), segmen sistem kontrol (control system segment), dan segmen
pengguna (user segment). Gambar 2.6
menunjukkan segmen penyusun GPS.
Gambar 2.6 Segmen Penyusun GPS
2.5.1 Segmen Satelit
Segmen satelit adalah satelit GPS yang
mengorbit di angkasa sebagai stasiun radio. Satelit GPS dilengkapi antenna
untuk mengirim dan menerima gelombang. Gelombang dipancarkan ke bumi dan
diterima oleh receiver GPS yang ada di bumi dan digunakan
untuk menentukan informasi posisi, kecepatan, dan waktu. Satelit GPS terdiri
dari 24 satelit yang menempati 6 bidang orbit dengan periode orbit 10 jam 58
menit, pada ketinggian ± 20.200 km di atas permukaan bumi (www.coremap.or.id). Pada setiap waktu, paling
sedikit 4 satelit dapat kita amati di setiap lokasi di permukaan bumi. Hal ini
memungkinkan pengguna GPS untuk dapat menghitung posisi mereka di permukaan
bumi.
2.5.2 Segmen
Sistem Kontrol
Segmen sistem kontrol GPS adalah otak dari
GPS. Tugas dari segmen sistem kontrol adalah mengatur semua satelit GPS yang
ada agar berfungsi sebagaimana mestinya serta mengirimkan beberapa informasi
seperti sinkronisasi waktu, prediksi orbit satelit, informasi cuaca di angkasa
dan monitor kesehatan satelit. Pihak Amerika Serikat mengoperasikan sistem ini
dari Sistem Kontrol Utama di Falcon Air
Force Base di Colorado Springs,
Amerika Serikat. Segmen sistem kontrol ini juga termasuk 4 stasiun monitor yang
berlokasi menyebar di seluruh dunia.
2.5.3
Segmen Pengguna
Segmen pengguna adalah para pengguna
satelit GPS, dalam hal ini receiver GPS
yang dapat menerima dan memproses sinyal yang dipancarkan oleh satelit GPS. Receiver GPS yang dijual di pasaran saat
ini cukup bervariasi, baik dari segi jenis, merek, harga, ketelitian yang
diberikan, berat, ukuran maupun bentuknya. Ada beberapa cara yang dapat
digunakan untuk mengklasifikasikan receiver
GPS, yaitu antara lain berdasarkan fungsi, data yang direkam, jumlah kanal
ataupun penggunaannya. Secara sederhana receiver GPS
untuk penentuan posisi dapat dibedakan tiga jenis, yaitu tipe navigasi, tipe
pemetaan, tipe geodetic Receiver
GPS tipe navigasi yang sering juga disebut tipe genggam (handheld
receiver) mempunyai ketelitian yang lebih rendah dibandingkan tipe
pemetaan dan geodetik (sampai orde
10m – 100m). Receiver tipe pemetaan dapat memberikan
ketelitian posisi hingga orde 1m – 5m. Sedangkan receiver
tipe geodetik adalah tipe yang paling
dapat memberikan ketelitian posisi yang lebih tinggi hingga orde mm.
2.5.4 Penentuan
Posisi GPS
GPS dapat menentukan posisi berdasarkan
pengamatan jarak antara receiver GPS dengan beberapa satelit GPS.
Prinsip penentuan posisi GPS ditunjukkan oleh Gambar 2.7. Titik A, B, dan C
adalah satelit GPS dan titik D adalah receiver GPS.
Mula-mula dilakukan. pengukuran terhadap jarak dari receiver GPS
dengan satelit A, setelah itu jarak dari receiver GPS
dengan satelit B, kemudian jarak dari receiver GPS
dengan satelit C. Dengan menggabungkan data jarak dan posisi tiga satelit
sebagai referensi, posisi dari receiver GPS dapat diketahui.
Gambar
2.7 Prinsip Penentuan GPS
Untuk dapat menghitung koordinat receiver
GPS, paling sedikit harus ada 4 satelit yang teramati.
Posisi yang diberikan oleh GPS adalah posisi 3 dimensi (x, y, z
ataupun ϑ,
λ, h).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar