Minggu, 08 Agustus 2010

LANDASAN TEORI


BAB II
LANDASAN TEORI

2. 1      GSM 900
            Komunikasi bergerak (Mobile Comunication) mulai dirasakan perlu sejak orang  semakin sibuk bepergian dan memerlukan alat komunikasi yang siap pakai sewaktu-waktu dimana saja berada. Kebutuhan ini ternyata tidak dibiarkan begitu saja oleh para engineer telekomunikasi. Mereka telah memikirkan standarisasi untuk komunikasi bergerak ini, salah satunya adalah GSM (Global System Of Mobile Comunication).

2.1.1    Overview GSM
GSM adalah generasi kedua dari standart sistem sellular yang tengah dikembangkan untuk mengatasi problema fragmentasi yang terjadi pada standart pertama di negara Eropa. GSM adalah sistem standart sellular pertama di dunia yang menspesifikasikan digital modulation dan network level architectures. Sebelum muncul standart GSM ini negara-nagera eropa menggunakan standart yang berbeda-beda, sehingga pada saat itu tidak memungkinkan seorang pelanggan menggunakan subscriber unit untuk menjangkau seluruh benua eropa. Pada awalnya sistem GSM ini dikembangkan untuk melayani sistem sellular eropa dan menjanjikan jangkauan network yang lebih luas pesat dan menjadi standart yang paling populer diseluruh Indonesia untuk sistem sellular bergerak (komunikasi bergerak).

            Pengguna alokasi frekuensi 900 MHz oleh GSM ini diambil berdasarkan rekomendasi GSM (Group Special Mobile) yang merupakan salah satu group kerja  pada Conference Of Europen Post And Telegraps (ICPT). Namun pada akhirnya untuk alasan marketing GSM berubah nama menjadi Global System Of Mobile Comunication, sedangkan standart teknisnya diambil dari Europen Technical Standar Institute (ETSI). GSM pertama kali diperkenalkan di Eropa pada tahun 1991 kemudian pada akhir 1993. Beberapa negara non-Amerika seperti Asia, Australia mulai mengenal GSM yang akhirnya menghasilkan standart baru yang mirip yaitu DCS 1800 yang mendukung Personal Comunication service ( PCS) pada frekuensi 1.8GHz sampai 2 GHz. Alokasi spectrum untuk GSM awalnya dilakukan pada tahun 1979, spectrum ini terdiri atas dua sub-band masing-masing sebesar 25 MHz, antara 890 – 915 MHz. Sebuah sub-band dialokasikan untuk frekuensi uplink dan sub-band yang lain sebagai frekuensi downlink. Karena konsekuensi logis dari kenaikan redaman atas kenaikan frekuensi, biasanya sub-band terendah dipakai untuk uplink agar daya yang ditrasmisikan oleh MS (Mobile Station) atau lebih dikenal dengan handphone ke BTS (Base Tranceiver Station) yaitu seperti sentral Telephone di PSTN, namun memiliki fungsi lebih kecil dibanding dengan menggunakan sub-band yang lebih tinggi. Hal ini dimaksud untuk efisiensi baterai handphone berulang kali untuk mendapatkan kualitas yang sama dengan saat ini. Kemudian kedua sub-band tersebut dibagi-bagi menjadi kanal-kanal, sebuah kanal pada satu sub-band memiliki pasangan dengan sebuah kanal pada sub-band lainnya. Tiap sub-band dibagi menjadi 124 kanal, yang kemudian masing-masing diberi nomor yang dikenal sebagai ARFCN (Absolute Radio Frequensi  Channel Number). Jadi sebuah MS yang alokasi pada sebuah ARFCN akan beroperasi pada satu frekuensi  untuk mengirim dan satu frekuensi untuk menerima sinyal.

            Untuk GSM jarak antar pasangan dengan ARFCN yang sama selalu 45 MHz, dan Bandwith setiap kanal sebesar 200 KHz. Kanal pada tiap awal sub-band digunakan sebagai guardband. Berdasarkan hal tersebut spectrum GSM akan menghasilkan 124 ARFCN, masing-masing diberi nomor 1 sampai 124. Kanal (channel) sebanyak 124 inilah yang nantinya dibagi-bagi untuk operator-operator  GSM yang ada pada suatu negara. Untuk  mengantisipasi perkembangan jaringan dimasa mendatang telah dialokasikan tambahan 10 MHz frekuensi pada masing-masing awal sub-band. Ini dikenal sebagai  EGSM (Extended GSM). Jadi spectrum EGSM ini 880 – 915 MHz untuk uplink dan dari 925 – 960 MHz  untuk downlink.
           
2.1.2    Arsitektur GSM
Arsitektur GSM secara garis besar terdiri dari  3 subsystem yang terkoneksi dan berinteraksi antar sistem, juga dengan user melalui network interface. Subsystem tersebut adalah Mobile Station (MS), Base Station Subsystem (BSS), dan Network Subsystem (NSS). Untuk melihat gambar arsitekture GSM yang labih jelas dapat dilihat pada Gambar 2.1

Gambar 2.1 Blok diagram dari Arsitekture sistem GSM

Keterangan gambar :
AuC    : Authentication Center
BSC    : Base Station Controller
EIR     : Equipment Udentity Register
GWUI : GSM Networking Unit
GMSC : Gate Way MSC
HLR    : Home Location Register

VLR    : Visitor Location Register

MS      : Mobile Station

MSC    : Mobile Service Swithcing

MXE   : Message Centre

MIN    : Mobile Inteligent Node

OSS     : Operation And Support System

RBS    : Radio Base Station


            Bagian paling rendah dari sistem GSM adalah MS (Mobile Station) bagian ini berada pada tingkat pelanggan dan portable. Pada tiap sel terdapat BTS  yang fungsinya sebagai stasiun penghubung yang berhubungan langsung dengan Mobile Station (Handphone) pelanggan GSM. BTS pada dasarnya hanya merupakan pesuruh saja. Otak yang mengatur lalu lintas BTS adalah BSC (Base Station Controller). Lokasi updating penentu BTS dan proses handover pada percakapan ditentukan oleh BSC ini. Beberapa BTS pada satu region diatur oleh BSC. BCS-BSC ini dihubungkan dengan MSC (Mobile Switching Center) . MSC merupakan pusat penyambung yang mengatur jalur hubungan antara BSC maupun antara BSC dengan jenis layanan komunikasi lain (PSTN, Operator GSM lain, CDMA, dan sebagainya). Saat ini teknik switching terus berkembang dan begitu pula dengan layanan GSM. Beberapa operator GSM di Indonesia telah menerapkan Inteligent Network lanjutan dalam teknik switchingnya.

2.1.2.1 Mobile Station (MS)
            Mobile station terdiri dari Mobile Equipment (ME) yang disebut juga dengan terminal, dan sebuah SIM (Subscriber Identity Module) Card. SIM Card memberikan personal mobilitas sehingga pelanggan dapat mengakses jaringan GSM bersangkutan dengan menggunakan terminal (Handphone) lain. Dengan memasukkan SIM Card tersebut terminal GSM atau pelanggan dapat menerima  dan membuat panggilan (Call) dan berbagai layanan yang disediakan operator pengeluar SIM Card tersebut. Mobile Equipment (ME) diidentifikasi oleh suatu kode unik yang disebut dengan IMEI (International Mobile Equipment Identyti). SIM Card sendiri berisi data data pelanggan, kode rahasia untuk autentifikasi, dan informasi lainnya. SIM Card dapat dilindungi dari Anautorized User dengan Pasword atau PIN (Personal Identyti Number).

2.1.2.2 Base Station Subsystem (BSS)
Base station subsystem terdiri dari dua bagian yaitu BTS (Base Tranceiver Station) dan BSC (Base Station Controller). Dapat dilihat pada Gambar 2.2





        (a)                                                                     (b)

Gambar 2.2 . (a). Sebuah Base Tranceiver Station  (b). Base Station Controller

BSS yang yang juga dikenal sebagai subsystem radio berfungsi untuk menyediakan dan mengatur jalur transmisi radio antara MS dengan MSC. BSS ini juga berfungsi untuk mengatur interface antara mobile station dan subsystem lain dalam GSM network. Base station controller yang mengatur radio resource untuk lebih dari satu BTS, berfungsi untuk mengkoneksikan Mobile station ke NSS via MSC. Sedangkan NSS berfungsi mengatur fingsi switching dari sistem dan menjamin MSC agar dapat berkomunikasi dengan network yang lain seperti halnya PSTN dan ISDN. Fungsi operasi dan maintenance keseluruhan sistem GSM dikontrol oleh system OSS (Operator Support Subsystem) yang terdapat pada NSS, pada sistem ini para engineer dapat memonitor, menganalisa dan melakukan troubleshooting terhadap segala aspek dari sistem GSM.

2.1.2.3 Base Tranceiver Station (BTS)
BTS adalah perangkat radio yang berhubungan langsung dengan MS melalui media udara pada area cakupannya. Dalam hal ini BTS berfungsi sebagai interkoneksi infrastuktur sistem seluler dengan MS. BTS terdiri dari Tower, Antenna, Penguat daya dan seluruh peralatan proses sinyal digital. BTS bertanggung jawab menangani penyediaan kanal radio bagi pelanggan. BTS juga harus memonitor MS yang masuk ataupun yang keluar dari daerah cakupannya. Luas cakupan dari BTS sangat dipengaruhi oleh lingkungan seperti topografi, gedung-gedung tinggi, tipe antenna dan daya pancar yang digunakan. Biasanya BTS ditempatkan ditengah-tengah sel. Pada operator GSM tertentu. BTS sering juga disebut RBS (Radio Base Station). Ada dua jenis RBS yang tersedia, yaitu : RBS 200 dan RBS 2000. RBS 200 adalah keluaran yang pertama dan hanya dapat dipakai untuk mendukung implementasi GSM 900 dan GSM 1800. Sedangkan tipe RBS 2000 adalah generasi berikutnya dan dapat diimplememtasikan untuk tipe jaringan GSM 900 dan 1800 serta GSM 1900.
Fungsi RBS adalah :
1.  Sebagai tansmisi radio                              
2.  Penerima sinyal radio dari MS
3.  Pengukuran kualitas, RBS mengukur kekuatan  sinyal dan kualitas sinyal
4.  Pengatur daya MS dan Transceiver
5.  Mengatur proses multiplexing dan pesan-pesan panggilan
6.  Meyalurkan sistem informasi dan pesan-pesan panggilan
7.  Menerima kanal-kanal permintaan yang diajukan oleh MS

2.1.2.4 Base Station Conroller (BSC)
BSC  Berfungsi untuk menangani fungsi-fungsi hubungan radio, BSC adalah  pusat dari BSS. Sebuah  BSC dapat  mengontrol satu atau beberapa BTS secara bersamaan sesuai dengan kofigurasi yang diinginkan. Jumlah BTS maksimun yang dapat dihubungkan dengan BSC adalah 40 BTS. BSC terdiri dari empat unit fungsional sebagai berikut:

1.      TAS (Transceiver Administration Subsystem), berfungsi untuk melaksanakan   pengaturan terhadap fungsi-fungsi RBS.
2.      RCS (Radio Control Subsystem), berfungsi untuk mengatur jaringan kerja radio dan menangani hubungan dengan MS. Konsep penghubung pusatnya terletak pada sel dan saluran radio. RCS juga menentukan fungsi-fungsi penempatan (Location Fungsi) pada pengukuran data yang diterima dari pelanggan selama melakukan pembicaraan.
3.      STS (Staistik and Traffic Measurment Subsystem), berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan data traffic serta semua kejadian pada proses pembicaran ataupun pengalihan (hand over).
4.      GSS (Group Switching Subsystem), berfungsi menyediakan kapasitas penyambungan pada saat terjadi Handover internal.
Pada dasarnya BSC sangat diperlukan untuk mengatur perpindahan MS dari suatu BTS ke BTS lain, kondisi perpindahan area ditentukan oleh factor kualitas sinyal dan interferensi.

2.1.2.5  Network Subsystem (NSS)
            Perangkat utama dari network subsystem  (NSS) adalah MSC (Mobile Service Switching Center). MSC berfungsi sebagai normal switching kode ke jaringan lain seperti ke PSTN (Public Service Telephone Network) yang sering juga disebut telephone rumah ke operator GSM lainnya. MSC juga menangani semua fungsi-fungsi komunikasi yang diperlukan untuk menghandle suatu MS pelanggan seperti registrasi, autentifikasi, location updating, handover, dan call routing untuk pelanggan yang roaming. HLR (Home Location Register) dan VLR (Visitor Location Register), bersama-sama dengan MSC menyediakan layanan call routing  dan roaming pada jaringan GSM. HLR berisi semua informasi administrative dari setiap pelanggan yang tergabung pada jaringan GSM yang bersangkutan, mengenai lokasi dimana MS terdaftar. Sedangkan VLR berisi informasi administrative tertentu dari HLR yang memberikan posisi terkini dari MS pelanggan, sehingga pada aplikasinya dapat diketahui apakah pelanggan sedang berada di dalam atau di luar areanya dimana ia terdaftar.
            Adapun EIR (Equipment Identyti Register) dan AuC (Authentification center) digunakan untuk keperluan autentifikasi dan security (pengaman). EIR adalah suatu database yang berisi daftar semua valid mobile equipment pada network, dimana pada setiap MS dapat diidentifikasi oleh kode IMEInya, suatu IMEI akan ditandai sebagai invalid jika ada laporan kehilangan dari MS atau tipe MS yang bersangkutan belum diapprove oleh pabrik pengeluarnya. AuC adalah sebuah protected yang menyimpan salinan dari secret key yang disimpan pada setiap SIM Card pelanggan, selanjutnya digunakan untuk keperluan untuk autentifikasi dan eksripsi pada radio channel.

2.2 GSM Interface
            Mobile station atau handphone akan berkomunikasi dengan BSS melalui interface radio. Sebuah BSS terdiri dari beberapa ratus BTS, lokasi BTS ini tersebar dimana-mana  sesuai dengan coverage  area yang diinginkan sebuah provider. Sedangkan koneksi yang umumnya dipakai oleh BTS untuk mengkoneksikan dirinya ke BSC adalah dengan dedicate line atau microwave links. Proses handover yang sering terjadi antara dua BTS dalam satu BSC  hanya akan dikontrol oleh BSC dan tidak sampai melibatkan MSC untuk mengurangi beban switching.

Gambar 2.3 Variasi Interface yang digunakan GSM
Air interface adalah semua aspek interface antara BTS dengan MS. Aspek air interface dari sistem GSM antara lain pengguna frekuensi, modulasi, multiflexing, coding termasuk di dalam kanal fisik dan kanal logika. Pengaruh dari interface ini dapat mempengaruhi layanan yang diberikan oleh jaringan. Pada air interface GSM menggunakan dua teknik multiflexing, yaitu FDMA dan TDMA membagi range frekuensi menjadi 124 kanal dengan lebar 200 KHz. Range frekuensi yang digunakan 890 – 915 MHz untuk MS ke BTS (uplink) dan 935 – 960 MHz untuk BTS ke MS (downlink). Setiap kanal menempati timeslot dengan memiliki durasi 576.9 µs, maka untuk timeslot yang disebut sebagai frame memiliki durasi 4.615 ms. Selama terjadi percakapan suara yang telah dikodekan menjadi bit-bit akan dikirimkan setiap 4.615 ms secara periodik. Kanal fisik dan frame TDMA dengan durasi timeslot sebesar 576.9 µs akan membawa kanal logika Kanal logika membawa informasi pelanggan dan control data pensinyalan. Kanal-kanal logika yang berbeda memiliki tugas yang berbeda. Sebagian besar dari informasi yang ditransmisikan antara MS dan BTS, umumnya berupa informasi pelanggan (berupa suara atau data) dan control data pensinyalan. Tergantung pada tipe informasi yang ditransmisikan pada kanal logika yang berbeda. Kanal logika ini membawa data user, baik bit informasi (suara/data) maupun signalling pada mobile station atau base station. Kanal logika digambarkan kedalam beberapa
kanal fisik tertentu. Secara sederhana, kanal fisik dapat digambarkan sebagai frekuensi domain dan time domain. yaitu actual frekuensi dan timeslot yang digunakan MS atau base station untuk transmitting dan receiving. Sedangkan kanal logika di map kedalam kanal-kanal fisik. sebuah frekuensi/timeslot dapat menjadi sebuah kanal trafik atau suatu control maupun kanal signaling. Sebuah kanal logika menggambarkan fungsi dari sebuah kanal fisik pada suatu titik dan waktu.
Tabel 2.1. Spesifikasi parameter air interface GSM
Parameter GSM
Specificatoin
Reserve channel frequency
890 – 915 MHz
Forward channel frequency
935 – 960 MHz
ARFCN Number
0 – 124 and 975 – 1023
Tx /Rx time slot
45 MHz
Modulation data rate
270.833 Kbps
Frame periode
4.615 µs
User per frame
8
Time slot periode
576.9 µs
Bit periode
3.692 µs
Modulation
0.3 GMSK
ARFCN channel spacing
200 KHz
Interleaving (max delay)
40 µs
Voice coder bit rate
13.4 Kbps

2.3      Handover dan Interferensi

            Handover merupakan peristiwa pemindahan kanal suara pada pelanggan bergerak yang dilakukan oleh sistem untuk memelihara hubungan suatu pembicaraan. Terjadinya proses handover seringkali disebabkan oleh kondisi propagasi radio antara MS dengan BTS. Criteria radio yang menyebabkan terjadinya handover antara lain:
  1. Kualitas penerimaan ( received quality/ Rxqual)
  2. Level Penerimaan (received level/RXLevel)
  3. Jarak (MS-BTS distance)
  4. Power Budget (better cell)
Tiga penyebab yang pertama dikenal dengan Mandatory/Imperative Causes dalam arti jika salah satu dari penyebab tersebut terjadi, maka handover sangat diperlukan untuk mempertahankan/menjaga hubungan. Hal ini mungkin terjadi karena MS bergerak meninggalkan coverage area dari cell yang melayani (intercell handover)
atau adanya interfrensi yang kuat dari cell lain yang menggunakan kanal frekuensi sama (intracell handover). Factor penyebab yang keempat adalah Optional Handover dalam arti jika kualitas link didalam serving cell masih cukup bagus namun cell tetangga mempunyai level terima yang lebih baik. Walaupun itu kurang penting, namun berguna untuk meningkatkan performa jaringan secara keseluruhan. Handover dapat dilakukan menjadi beberapa tipe sesuai dengan perubahan wilayah cell area BSS, atau area MSC seperti berikut ini:
1.      Intracell Handover
2.      Intra-BSS Handover
3.      Intra-MSC Handover
4.      Inter-MSC Handover
Nilai pengukuran yang dibutuhkan untuk menentukan proses handover antara lain:
1.      RxQual
2.      RxLevel
3.      RxLevel_Neighbour Cell (n)
4.      MS_BS_DIST
RxQual didefenisikan sebagai fungsi dari Bit Error Rate (BER) sebelum channel di decoding. Nilai RxQual berada pada range 0 – 7, dengan 0 berarti tidak ada Error.


2.4       Proses panggilan Pada GSM

 Pada bagian ini akan diperlihatkan bagaimana suatu proses panggilan dari seorang user dapat sampai kepada nomor tujuannya atau user yang lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.4. Proses Outgoing Call pada GSM :



















Gambar  2.4.  Proses Outgoing Call Pada GSM

Adapun proses yang terjadi pada proses outgoing call adalah sebagai berikut:
1.            User menekan nomor tujuan yang dikehendakinya.
2.            Segara setelah user menekan tombol send, maka mobile akan mengirim sebuah pesan original kepada saluran akses.
3.            Kemudian MSC memeriksa VLR untuk mengetahui apakah mobile sudah teregistrasi, memeriksa nomor tujuan yang dipanggil dan menyatakan nomor tujuan pada saluran penomoran (paging channel).
4.            MSC mensetting sebuah vocoder,selector, elemen saluran dan kode wals di BTS. Setelah itu proses komunikasi dengan pembangkit GSM dimulai.
5.            BTS lalu mengirim frame-frame kosong dari forward traffic channel dan sebuah channel assignment message kepada mobile pada saluran penomoran. Pada saat ini MSC sedang sibuk melakukan penyusunan dengan GSM, pada  penyusunan  ini menyangkut nomor tujuan yang akan dihubungi.
6.            Mobile melihat frame-frame yang baik pada forward traffik channel, lalu mobile mulai mengirimkan frame-frame kosong reverse traffic channelnya sendiri.
7.            BTS melihat frame-frame yang baik pada reverse traffic channel dan mengetahui bahwa mobile sudah tiba. Lalu BTS mulai menggunakan pesan pada layer 3 dan mengirimkan sebuah balasan kepada mobile
8.            Mobile menjawab balasan dari base station.
9.            Setelah itu, BTS mulai melakukan negosiasi service dengan sebuah Service Connet Message, mengajukan sebuah pemilihan layanan khusus/specific service option.
10.        Mobile menerima pengajuan pemilihan layanan dan memberikan jawaban siap untuk operasi panggilan normal.
11.        Sistem meresponnya, segera setelah itu nomor telepon tujuan berbunyi dan mobile dapat mendengar nada dering telepon tujuan dari pembangkit  GSM.
Setelah proses outgoing terjadi maka User dapat menerima informasi yang dikirim. Baik berupa suara/ voice maupun berupa data/video dimana proses outgoing call yang berhasil dilakukan dapat kita lihat pada Gambar 2.5











                                                                                               
                 
















Gambar 2.5  Proses Outgoing Call yang berhasil dilakukan.




2.5       Sistem Navigasi GPS

GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi dengan menggunakan satelit navigasi yang dimiliki dan dikelola oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Nama formal dari GPS adalah NAVSTAR GPS (Navigation Satellite Timing and Ranging Global Positioning System). Sistem ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi, waktu dan kecepatan secara global tanpa ada batasan waktu dan cuaca. Satelit GPS pertama kali diluncurkan pada tahun 1978. Sistem GPS dinyatakan operasional pada tahun 1994. Sistem GPS terdiri atas tiga segmen utama, yaitu segmen satelit (space segment), segmen sistem kontrol (control system segment), dan segmen pengguna (user segment). Gambar 2.6 menunjukkan segmen penyusun GPS.

Gambar 2.6  Segmen Penyusun GPS

2.5.1    Segmen Satelit

Segmen satelit adalah satelit GPS yang mengorbit di angkasa sebagai stasiun radio. Satelit GPS dilengkapi antenna untuk mengirim dan menerima gelombang. Gelombang dipancarkan ke bumi dan diterima oleh receiver GPS yang ada di bumi dan digunakan untuk menentukan informasi posisi, kecepatan, dan waktu. Satelit GPS terdiri dari 24 satelit yang menempati 6 bidang orbit dengan periode orbit 10 jam 58 menit, pada ketinggian ± 20.200 km di atas permukaan bumi (www.coremap.or.id). Pada setiap waktu, paling sedikit 4 satelit dapat kita amati di setiap lokasi di permukaan bumi. Hal ini memungkinkan pengguna GPS untuk dapat menghitung posisi mereka di permukaan bumi.

2.5.2    Segmen Sistem Kontrol

Segmen sistem kontrol GPS adalah otak dari GPS. Tugas dari segmen sistem kontrol adalah mengatur semua satelit GPS yang ada agar berfungsi sebagaimana mestinya serta mengirimkan beberapa informasi seperti sinkronisasi waktu, prediksi orbit satelit, informasi cuaca di angkasa dan monitor kesehatan satelit. Pihak Amerika Serikat mengoperasikan sistem ini dari Sistem Kontrol Utama di Falcon Air Force Base di Colorado Springs, Amerika Serikat. Segmen sistem kontrol ini juga termasuk 4 stasiun monitor yang berlokasi menyebar di seluruh dunia.

2.5.3    Segmen Pengguna    
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  
Segmen pengguna adalah para pengguna satelit GPS, dalam hal ini receiver GPS yang dapat menerima dan memproses sinyal yang dipancarkan oleh satelit GPS. Receiver GPS yang dijual di pasaran saat ini cukup bervariasi, baik dari segi jenis, merek, harga, ketelitian yang diberikan, berat, ukuran maupun bentuknya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan receiver GPS, yaitu antara lain berdasarkan fungsi, data yang direkam, jumlah kanal ataupun penggunaannya. Secara sederhana receiver GPS untuk penentuan posisi dapat dibedakan tiga jenis, yaitu tipe navigasi, tipe pemetaan, tipe geodetic Receiver GPS tipe navigasi yang sering juga disebut tipe genggam (handheld receiver) mempunyai ketelitian yang lebih rendah dibandingkan tipe pemetaan dan geodetik (sampai orde 10m – 100m). Receiver tipe pemetaan dapat memberikan ketelitian posisi hingga orde 1m – 5m. Sedangkan receiver tipe geodetik adalah tipe yang paling dapat memberikan ketelitian posisi yang lebih tinggi hingga orde mm.




2.5.4    Penentuan Posisi GPS

GPS dapat menentukan posisi berdasarkan pengamatan jarak antara receiver GPS dengan beberapa satelit GPS. Prinsip penentuan posisi GPS ditunjukkan oleh Gambar 2.7. Titik A, B, dan C adalah satelit GPS dan titik D adalah receiver GPS. Mula-mula dilakukan. pengukuran terhadap jarak dari receiver GPS dengan satelit A, setelah itu jarak dari receiver GPS dengan satelit B, kemudian jarak dari receiver GPS dengan satelit C. Dengan menggabungkan data jarak dan posisi tiga satelit sebagai referensi, posisi dari receiver GPS dapat diketahui.

Gambar 2.7 Prinsip Penentuan GPS

Untuk dapat menghitung koordinat receiver GPS, paling sedikit harus ada 4 satelit yang teramati. Posisi yang diberikan oleh GPS adalah posisi 3 dimensi (x, y, z ataupun ϑ, λ, h).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar